Sep 10, 2019

Daniah


Saya mengenal Daniah pada sebuah kepanitiaan acara kampus yang digelar oleh Pusat Studi Perpajakan (Puspa): Pekan Raya Perpajakan Nasional (PRPN) tahun 2017. Saat itu dia masih duduk di tahun pertama kuliah. Namun status "anak baru" yang melekat padanya tidak membuat Daniah malu-malu melakukan hal yang menjadi kewajibannya dengan total. Dalam catatan saya ada beberapa hal yang membuat saya salut, terutama perihal bagaimana dia menyikapi krisis dengan tenang, pengambilan keputusan yang relatif bagus, dan keberaniannya untuk melakukan protes kepada atasannya dalam kepanitiaan yang bertindak tidak sesuai dengan koridor. Atau setidaknya begitu menurutnya.

Setelah kepanitiaan usai saya diangkat menjadi Kepala Puspa dan beberapa kursi kepengurusan kosong. Salah satunya adalah kursi wakil kepala. Dengan melihat rekam jejak teman-teman mahasiswa terutama sepanjang gelaran hajatan besar PRPN, saya tidak ragu untuk membujuk Daniah untuk menerima posisi itu. Meski awalnya menolak, akhirnya Daniah mengiyakan tawaran tersebut. Saya tidak dalam kapasitas untuk menilai apakah kepengurusan periode itu membuat paling tidak satu peninggalan kecil yang cukup berarti dan manfaat. Yang jelas ada yaitu catatan demi catatan yang merangkum cerita. Bahwa sebuah organisasi kampus yang belum lama berdiri memiliki cita-cita besar dikelola oleh orang-orang baru yang ingin terus berkembang. Salah satunya adalah Daniah.