Jan 22, 2016

Tawaran

“Syaratnya gampang. Kalau kau merasa bisa menuliskan sesuatu dan merasa tulisanmu itu bagus, kau berhak membawa pulang dan memiliki buku yang kubawa ini.”



***

Saya menyukai karya-karya, apapun, yang dikerjakan dengan baik. Lebih dari itu, saya mencintai tulisan-tulisan, jenis apapun itu, yang baik. Membaca tulisan baik membuat saya tidak merasa menghabiskan sebagian hidup dengan sia-sia. Meskipun belum bisa menulis dengan baik, saya bisa mengumpat penuh kebahagiaan ketika membaca karya yang ditulis dengan begitu cemerlangnya—juga sebaliknya: membenci karya yang ditulis dengan begitu buruk.

Jan 18, 2016

Turba

"Kamu itu ngaku kuminis kok ya nggak pernah turba. Pegang arit saja canggung," ujar Pak Slamet Rianto ke Mas Ahm├ęd Taufiq Rosidi alias Mas Topiq.

Akhir pekan kemarin saya dan Mas Topiq sowan ke rumah dinas Pak Slamet. Sabtu malam, selepas Maghrib, saya memesan travel dari terminal Blok M menuju Bandung. Menjelang tengah malam saya baru tiba setelah berkali-kali pejabat yang ramah senyum ini meyakinkan saya bahwa tidak ada kata terlalu larut untuk datang ke kediamannya. Mas Topiq yang kebetulan sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan di sebuah hotel di kota ini sudah datang beberapa jam lebih dulu. Kami pun kemudian melanjutkan obrolan hingga Adzan Subuh berkumandang. Mas Topiq yang sudah kepalang tanggung memutuskan tidak kembali ke hotel. Dia memilih untuk menginap di rumah Pak Slamet.

Keesokan harinya saya bangun agak siang, sekitar pukul 10, dan melihat Pak Slamet berada di belakang rumah sedang sibuk memegangi gitar milik anaknya. Rupanya gitar tersebut rusak dan beliau berencana untuk membawanya ke temannya untuk diperbaiki.