Feb 12, 2015

F untuk Februari

Buatmu yang sedang mulai gemar membaca, kutuliskan satu kutipan yang tertinggal dari masa perang dunia:

Arbeit macht frei.

Bekerja memberikan orang kebebasan. Itu adalah slogan Nazi yang cukup terkenal pada masanya. Juga membikin orang-orang, terutama tahanan Yahudi, bergidik ngeri ketika membacanya.  Bagaimana tidak? Para tahanan melewati berjam-jam, bahkan berhari-hari perjalanan, menggunakan kereta yang penuh sesak—nyaris tanpa oksigen—tanpa diberi makan dan minum hingga tiba di suatu tempat yang jauhnya bahkan tidak pernah diperkirakan oleh siapapun juga. Kalau tahanan menderita sakit yang tak tertolong, dia akan cukup “beruntung” untuk digiring masuk ke kamar gas. Langsung dimatikan tanpa mengalami penderitaan berkepanjangan. Yang celaka justru tahanan yang masih bertahan dan sehat setelah perjalanan keparat tadi. Dia langsung mendapat pembekalan singkat dan diantar untuk memasuki sebuah kamp kerja paksa. Di gerbang, biasanya dia akan membaca slogan itu: Arbeit macht frei. Bekerja memberikan orang kebebasan. Tentu semua orang tahu bahwa propaganda tersebut terlalu buruk untuk sebuah kalimat motivasi. Para tahanan tahu tidak ada harapan bernama kebebasan. Bekerja hingga waktu yang tak terbatas tentu tidak memiliki padanan dengan kata merdeka. Pada masa sang F├╝hrer di puncak kejayaannya, hampir tak mungkin berdoa agar dia tiba-tiba dikalahkan oleh sebuah negara yang berniat menyelamatkan mereka. Jika pun ada kebebasan, itu berarti malaikat maut segera mendatangi mereka.