Jun 25, 2014

Juni Kesekian

Juni selalu menyapaku dengan terburu-buru. Pun kali ini, dia menepuk pundakku dan mengingatkan bahwa dia datang hanya untuk kembali pergi. Berita buruknya, sekarang semua tak sama lagi. Yang dulu pernah menegur dengan hangat, terpaksa berubah memalingkan muka. Keikhlasan selalu menyusahkan. Memang.
 /
Ada yang pecah ditelan ombak keegoisan. Jatuh berserakan. Semangkuk penuh kepercayaan yang dulunya telah susah payah dituangkan; tetes demi tetes. Semangkuk yang tumpah dan mengalirkan sungai air mata. Kekecewaan, katamu suatu ketika, merupakan helai-helai baju sehabis pakai yang kerap ditaruh begitu saja di pojok kamar. Tak seorang mau peduli, pada mulanya. Hingga tiba saatnya kotor yang kita simpan menumpuk meminta penjelasan.
//
Tiap tahun Sapardi didendangkan berulang kali: selarik bait tentang Hujan di bulan Juni. Berulang. Dan terus berulang. Berulang tanpa pernah menemui kebosanan dalam sunyi. Barangkali itu sebabnya dia memperoleh gelar sebagai makhluk paling tabah. Selalu datang meski tak ada lagi yang dia cari.
///
Selamat ulang tahun Juni. Kepadamu, segala doa dan kebaikan kupanjatkan.

0 comments:

Post a Comment