Apr 12, 2014

Penempatan dan Hal-Hal yang Belum Selesai

*sebuah catatan pendek untuk penempatan pertama

Awal April 2013 adalah kali pertama saya melangkahkan kaki ke pulau Sumatera--tepatnya di Bangko, satu kota kecil di provinsi Jambi. Pada waktu itu, setelah mendarat dari pesawat, dengan kebingungan luar biasa saya mencari cara menuju ke kota tempat saya berdinas. Rupanya saya tak sial-sial amat. Di bandara, beberapa orang menjemput kawan yang penempatan di daerah  Jambi juga, dan berbaik hati mengantar saya dan seorang kawan lainnya meskipun "hanya" sampai di tempat menanti travel yang baru berangkat beberapa jam kemudian.

Menjelang tengah malam, sampailah saya di Bangko, tempat yang sama sekali asing bagi saya. Kurangnya jam tidur serta kelelahan setelah 6 jam perjalanan (belum ditambah sekira 7 Jam perjalanan kereta api dari Purwokerto menuju Jakarta pada malam sebelumnya, juga jeda waktu menunggu di antara itu) mengantar saya tiba di sebuah kantor tempat saya bekerja hingga saat ini. Saya (bersama seorang kawan yang disebut di atas) disambut banyak orang. Sebagian besar pegawai sama-sama berstatus sebagai perantau sehingga membuat rasa kebersamaan begitu kuat. Setelahnya, tak terhitung berapa banyak sudah bantuan yang mereka berikan. 

Setahun telah berlalu. Di sini saya belajar jauh lebih banyak dari apapun yang pernah saya peroleh di bawah bayang-bayang orang tua dulu. Di setiap ujung Indonesia lain pun, di banyak tempat yang jauh lebih melelahkan dan tidak nyaman, kawan-kawan saya sedang berjuang. Untuk masa depan. Untuk orang-orang yang mereka cinta. Mereka, saya rasa, tidak ingin dianggap sedang bernasib buruk. Setiap dari mereka hanya sedang diberi kesempatan untuk belajar lebih. Sama seperti saya. Melalui tulisan ini saya berdoa untuk mereka. Juga untuk saya sendiri. Semoga kita memperoleh apa yang berhak kita peroleh. Dan semoga memang itulah yang benar-benar terbaik bagi kita semua.

Dan sebagai penutup, saya ingin mengutip (baca: memelesetkan) ungkapan Socrates: jika kau memperoleh penempatan yang indah, kau akan bahagia. Jika kau memperoleh tempat yang jelek, kau akan menjadi filsuf. Benar?

1 comment:

  1. Hi Gita!
    Once, thanks for help me. Akhirnya gw jadi wajib pajak yang taat juga haha
    Happy aniv ya! Udah setaun rupanya jadi fiskus, udah nulis berapa banyak?

    ReplyDelete