Jan 19, 2014

Mau Apalagi, Birokreasi?

Saya ingat tanggal itu: 8 Februari 2013.

Jumat sore, sepulang kerja, saya membeli tiket bus jurusan Purwokerto - Jakarta. Kepergian mendadak untuk menemui beberapa orang kawan keesokan harinya. Tujuannya adalah membahas sebuah proyek kecil di dunia tulis-menulis. Apa boleh buat, obrolan yang dimaksudkan sebagai pembahasan konsep proyek mentok di beberapa hal karena kami semua--saya, Fanny Perdhana, Galih Rakasiwi, Marli Haza, Anugerah Dwi Priadi--hanyalah amatiran yang ingin melepaskan hasrat dan kemauan (bukan kemampuan) menulis. Seingat saya, waktu itu kami hanya sepakat mengenai beberapa detil pembuatan sebuah web untuk menampung tulisan-tulisan kami. Ada juga niatan mengundang kawan-kawan untuk ikut menyumbangkan tulisan mereka di web ini. Nama web sendiri telah ditentukan sebelum pertemuan: Birokreasi.

pertemuan pertama kami, hampir setahun lalu

Ide membikin Birokreasi sendiri berawal dari saya yang menulis suka-suka tanpa arah (kali ini izinkan saya ge-er). Saya memang hobi mengajak orang menulis dengan tema yang sama di blog untuk memantik motivasi diri. Yang paling sering saya ajak dalam hal ini adalah Galih. Lalu saya sempat mengajak Marli membuat cerita pendek dan meminta komentar dari kawan-kawan. Puncaknya adalah event yang saya dan Marli buat, yaitu saujana.

Di situ kami mengajak kawan-kawan STAN seangkatan untuk ikut serta menulis cerpen dengan tema keluarga. Dilombakan. Untuk sebuah event kecil, saujana terbilang sukses. Jumlah kawan yang ikut melebihi ekspektasi awal. Bahkan, beberapa anak menyumbang hadiah untuk pemenang lomba. Melalui tulisan ini sekali lagi saya persembahkan ucapan terima kasih untuk mereka semua.

Fanny, senior yang kebetulan saat itu sekantor dengan Galih yang sedang magang, melihat kelakuan saya itu. Dia mempunyai ide biar hobi saya tidak berlalu dengan percuma. Dia mengusulkan agar kegiatan semacam ini dilokalisasi. Artinya, perlu dibuatkan wadah biar tulisan-tulisan kami berkumpul di satu tempat dan bisa dikunjungi banyak orang. Mimpi pun semakin membesar. Kami perlu mengajak para birokrat dari segala penjuru ikut bergabung dan mengubah pragmatisme birokrat yang mengakar sejak dulu. Birokrat yang segar, menulis dan berliterasi. Birokrat yang berkreasi.

Sebelum web dibikin (bahkan sebelum pertemuan perdana), kami--ditambah Andreas Rossi, Heru Irfanto, dan Nur Budi yang pada waktu itu tak sempat mengikuti pertemuan perdana--telah beberapa kali membuat kesepakatan melalui grup whatsapp, termasuk bersepakat soal nama web dan rencana untuk membuat event kecil sebagai pemanasan berbentuk #7HariMenulis. Masing-masing dari kami membuat postingan di blog selama tujuh hari berturut-turut tanpa ada hari yang kosong.

Rencananya, ini adalah kegiatan dari, oleh, dan untuk kami sendiri. Tak disangka ketika kami mencoba menggulirkan ide kegiatan di twitter banyak orang bergabung dan mengikuti #7HariMenulis. Akhirnya diputuskan bahwa tulisan para peserta direkap dan diarsipkan (bisa dibaca di sini). Peserta yang berhasil menulis 7 hari tanpa absen diberi kenang-kenangan berupa kartu pos. Sekali lagi dan tak pernah bosan saya sampaikan terima kasih untuk para peserta, khususnya Margaretha Nitha atas kesediaannya menyumbang, menuliskan pesan, hingga mengirimkan kartu posnya.

Menurut pendapat saya, itu adalah event tersukses dari Birokreasi yang bahkan belum memiliki web sebagai tempat bernaung. Selanjutnya adalah sejarah.

Hampir setahun setelah pertemuan pertama, tanggal 11 Januari 2014 kemarin kami--ditambah Arfindo Briyan yang bergabung belakangan--berkumpul kembali. Kali ini dalam rangka konsolidasi event #KudaBesi. Domisili yang saling berjauhan (saya di Bangko, Galih di Lombok, Nur Budi di Tanjung Pandan) membuat event ini berjalan dengan sedikit tertatih. Praktis, setelah beberapa pertemuan pada saat kami semua diklat, komunikasi hanya dilakukan melalui surel dan whatsapp. Pertemuan yang benar-benar jarang itu pun kami manfaatkan semaksimal mungkin agar memperoleh simpulan yang bagus. Satu hal yang kami yakini, #KudaBesi sebentar lagi selesai!
bertahun-tahun bercerai mata, kini kita dapat berjumpa pula~
***

Dihitung dari pertemuan perdana, Birokreasi belum genap berusia satu tahun. Apalagi jika dihitung dari berdirinya web birokreasi.com. Namun kalau argo telah dinyalakan dari saat grup whatsapp berdiri dan #7HariMenulis sebagai petasan dimulainya sebuah era, maka Birokreasi telah melewati ulang tahunnya yang pertama beberapa saat lalu. Sudah saatnya melakukan introspeksi dan mengucap beberapa resolusi agar Birokreasi tumbuh menjadi lebih dewasa. Agar Birokreasi bisa berkembang ke arah yang lebih baik.

Kami (izinkanlah saya mencatut nama kawan-kawan dari Birokreasi untuk digabung ke dalam pronomina ini) menyadari bahwa masih banyak yang harus dibenahi dari Birokreasi. Kami cukup beruntung event semacam #7HariMenulis dan #KudaBesi mendapat antusiasme yang cukup besar dan berhasil mengajak peserta yang lumayan. Tetapi sampai detik ini apa yang dilakukan oleh Birokreasi hanyalah sebatas hal-hal remeh, juga tak cukup beranjak dari masa setahun lampau.

Kami masih sekumpulan medioker yang bermimpi terlalu tinggi tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Berbagai masalah di belakang menyisakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan karena tidak ada yang tahu apa yang bakal menunggu di depan sana. Kami paham betul kalau kami tak segera belajar banyak, kami akan kewalahan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar daripada yang pernah kami temui.

Barangkali Birokreasi hari ini perlu melakukan refleksi kembali mengenai visi dan misinya. Apakah kami mengetahui tentang dunia literasi? Apakah kami cukup berkompeten untuk mengusung label sastra yang demikian berat? Dan masih beranikah kami sesumbar bahwa wadah yang kami rintis ini bisa mengubah paradigma birokrat yang pemalas dan menyusahkan menjadi berguna bagi masyarakat dengan segala kreasinya?

Dan yang paling penting setelah ini, mau apalagi, Birokreasi?

2 comments:

  1. iya, mau apalagi Birokreasi?
    Kita perlu sesuatu yang lebih kongkrit daripada sekadar frase "menjadi lebih baik".
    Lihat ke depan untuk menciptakan masa depan.
    *preeeetttt

    ReplyDelete