Jan 20, 2014

Dendam dan Sakit Hati

Aku ingin menceritakan kepadamu satu kisah sakit hati seorang ksatria.

Ksatria tersebut bernama Basusena. Sering pula dijuluki Sutaputra, yang berarti anak kusir. Atau, jika kau pernah membaca kisah pewayangan barang sedikit, kau akan lebih mengenalnya dengan nama Karna. Putra Batara Surya yang dibuang oleh ibu kandungnya dan ditemukan hanyut di sungai oleh si kusir kereta, Adirata. Selanjutnya, Karna diangkat anak oleh Adirata. Dia "dibaptis" masuk ke dalam golongan kusir yang dianggap rendah dan tanpa seorang pun mengetahui fakta bahwa dia adalah seorang ksatria.

Sebelum aku melanjutkan cerita, aku hanya ingin memastikan kau paham bahwa tujuanku menulis ini adalah agar kau tahu betapa menyakitkannya dipandang rendah dengan sebelah mata.

Karna tentu begitu akrab dengan hal tersebut. Sebagai anak kusir, dia terbiasa memperoleh perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka yang berkasta lebih tinggi. Tak sekalipun dia dihargai layaknya sesama manusia. Sayembara untuk memperistri Drupadi yang telah dia menangkan ditolak mentah-mentah oleh calon istri yang jijik dengan kondisinya. Bahkan orang-orang semulia Pandawa pun tak ketinggalan menolak ajakan bertanding dari Karna dengan satu alasan penuh penghinaan: dia dan Pandawa tidak berangkat dari golongan yang sederajat.

Jan 19, 2014

Mau Apalagi, Birokreasi?

Saya ingat tanggal itu: 8 Februari 2013.

Jumat sore, sepulang kerja, saya membeli tiket bus jurusan Purwokerto - Jakarta. Kepergian mendadak untuk menemui beberapa orang kawan keesokan harinya. Tujuannya adalah membahas sebuah proyek kecil di dunia tulis-menulis. Apa boleh buat, obrolan yang dimaksudkan sebagai pembahasan konsep proyek mentok di beberapa hal karena kami semua--saya, Fanny Perdhana, Galih Rakasiwi, Marli Haza, Anugerah Dwi Priadi--hanyalah amatiran yang ingin melepaskan hasrat dan kemauan (bukan kemampuan) menulis. Seingat saya, waktu itu kami hanya sepakat mengenai beberapa detil pembuatan sebuah web untuk menampung tulisan-tulisan kami. Ada juga niatan mengundang kawan-kawan untuk ikut menyumbangkan tulisan mereka di web ini. Nama web sendiri telah ditentukan sebelum pertemuan: Birokreasi.

pertemuan pertama kami, hampir setahun lalu

Jan 17, 2014

Dihinggapi Tokoh Fiksi

Belakangan ini saya merasa sering dihinggapi roh dari beberapa tokoh fiksi yang pernah saya baca. Baiklah, barangkali ini adalah kekonyolan. Saya bahkan ingin menertawakan diri sendiri saking bodohnya hal yang sedang saya alami. Tetapi justru itulah letak permasalahannya. Begitu hebatnya gangguan tersebut hingga membikin saya susah tidur. Roh-roh mereka memaksa saya merasakan apa yang mereka rasakan dan ikut memikirkan apa yang mungkin mereka rasakan di dalam cerita fiksi di mana mereka dikisahkan.

Tokoh yang pertama-tama datang adalah Holden Caulfield dari The Catcher in The Rye. Dia membuat saya sinis pada orang-orang di sekitar saya. Apalagi karena lingkungan kerja saya memungkinkan saya untuk bersikap seperti itu. Holden beberapa kali mencela saya dan berkata, "ayolah kau pun tahu orang-orang di depanmu adalah sekumpulan hipokrit. Mereka sedang tersenyum palsu hanya karena seragam yang mereka kenakan menuntut mereka untuk bersembunyi di belakang formalitas. Apa kau mau ikut perlombaan dan memenangkan piala kepalsuan?" Cibiran semacam ini tentu saja membuat saya marah. Bahkan dia pun dengan sengaja mendendangkan lagu kebanggaan Thom Yorke yang terkenal itu, Fake Plastic Trees, untuk memancing saya. Tapi apa boleh buat. Yang Holden katakan merupakan sebuah kebenaran belaka. Tinggallah saya yang terbengong-bengong memikirkan hal yang sebetulnya telah saya ketahui.