Dec 17, 2013

Dumadi

*untuk tanggal 15, untuk hari di mana umur saya resmi berkurang satu menurut perhitungan kalendar masehi
Saya tak pernah menganggap hari ulang tahun merupakan sesuatu yang istimewa dan menyenangkan. Justru, pada tanggal yang sama setiap tahunnya, saya merasa makin malu dan menyedihkan. Malu, karena di bilangan usia yang kian bertambah ini saya tak kunjung membuat sesuatu yang berguna. Menyedihkan, karena faktanya saya semakin dekat dengan mati.

Namun bukan berarti hal itu menjadi penghalang bagi saya untuk bersyukur. Tahun 2013 ini adalah tahun pertama saya resmi lepas dari tanggung jawab orang tua. Pertengahan tahun kemarin saya merantau, jauh dari tanah kelahiran (masa-masa kuliah tidak saya hitung) dan mulai berdiri di atas kaki saya sendiri, mencari uang untuk makan dari hasil kerja sendiri. Mencoba sedikit-sedikit melompat dan bermimpi kecil tentang masa depan.

Selain itu, di tanah perantauan ini saya disadarkan bahwa masih ada orang-orang yang sayang, atau minimal peduli, pada saya. Tahun-tahun sebelumnya, ketika saya masih di rumah, ucapan selamat ulang tahun lebih saya rasakan sebagai rasa sungkan dari orang yang kita kenal. Semacam basa-basi karena orang yang ditemui sedang merayakan hari istimewa. Tetapi kemarin, saya dikirimi oleh adik saya sebuah video ucapan selamat yang bisa ditonton di bawah ini.




Oke. Saya memang norak. Namun saya merasa terharu sewaktu menontonnya dari kamar saya yang sepi, di mana saya jauh dari orang-orang terdekat. Dan mungkin ini adalah cara terbaik saya untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka. Bapak, ibu, adik, kakak, ipar, keponakan, tante, sepupu, kawan, mantan, dan sebagainya, dan lain-lain.

Di samping video tersebut saya juga mendapat beberapa telepon, sms, dan aplikasi obrolan di telepon yang menyelamati. Juga sebuah postingan blog dari seseorang (tautan tidak saya sertakan karena ini baru hasil dugaan). Sedikit, memang. Justru dari yang sedikit itu saya tahu siapa yang benar-benar mengenal siapa saya. Terima kasih telah menjadi bagian dari hidup saya yang rumit ini. Halah..

Prima Sulistya juga tak telat hadir. Melalui postingan blognya (bisa dibaca di sini) dia kembali membuat saya merasa rendah. Saya kembali disadarkan bahwa hidup saya selama dua puluh sekian tahun belum mencapai titik apapun juga. Hampir tidak ada hal bermanfaat yang telah saya lakukan. Bahkan dalam menulis, saya hanya menulis sampah. Saya tidak mau membuat tulisan serius meski bacaan saya dia anggap telah cukup banyak. Saya bisa menyitir filsuf A, bisa memelesetkan kutipan tokoh B, dan lain-lain hanya untuk tulisan cinta yang klise.

Lagi-lagi, saya tidak bisa mengelak sama sekali.

Melalui momen kemarin, akhirnya saya sedikit merenung. Lantas memutuskan untuk mengganti judul blog (padahal sebetulnya sudah saya pikirkan sebelumnya, haha) dengan nama ini :dumadi. Dalam bahasa jawa dumadi adalah kata dadi (jadi) yang ditambahi seselan -um. Artinya sebuah proses menuju jadi. Proses yang hanya akan berakhir ketika hidup ini usai. Karena, kata seseorang yang saya lupa siapa, hidup adalah proses yang tak pernah berkesudahan menuju jadi. Hidup adalah belajar dari kesalahan, menghindari lubang sama yang ditemui di masa lalu, dan terus memperbaiki diri.

Terlalu berat dan sok filosofis? Bisa jadi. Tetapi ini adalah harapan. Harapan agar kelak saya bisa menulis dan melakukan sesuatu yang berguna. Harapan agar saya bisa bermanfaat bagi orang banyak dan tidak melulu berpikir tentang diri sendiri. Harapan agar blog ini tidak hanya berisi tulisan-tulisan klise yang tak berguna.

Pertanyaannya kemudian, bisakah saya menjadi orang yang demikian?

Ah, bahkan postingan ini terlalu banyak menggunakan kata "saya" dan terasa egois sekali.

***

catatan: terima kasih untuk mas Arfindo Briyan yang telah mau membantu saya membuatkan header blog yang cakep sekali

2 comments:

  1. Harapan agar kelak saya bisa menulis dan melakukan sesuatu yang berduna... aduh selip satu hurup berduna, bang bros!

    selamat ulang tahun... haduh ucapan selamat2 lagi diharamkan... ndak jadi dah

    ReplyDelete
  2. selamat ulang tahun mas gita, maaf telat tapi lebih baik dari pada gak sama sekali
    makasih sudah baik hati membantu mengedit tulisan-tulisanku. semangat bekerja dan berkarya!

    ReplyDelete