Nov 3, 2013

Perempuan yang Menunggu

Apa kamu sedang merasa bosan menunggu?

Kekasih jauh. Beda zona waktu. Dan tak bisa memberimu kabar setiap kali kamu rindu

Aku akan paham jika suatu saat kamu merasa lelah dan jenuh dengan satu kata itu. Tetapi tunggu. Tunggu dulu. Aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang yang mungkin tidak pernah kamu tahu. Namanya adalah Maemunah Thamrin, istri Pramoedya Ananta Toer. Ia, kalau boleh kusebut, adalah perempuan yang menunggu. Sama seperti kamu.

Ketika aku membaca Nyanyi Sunyi Seorang Bisu—salah satu buku yang berisi himpunan catatan dan surat-surat pribadi Pramoedya selama di pulau Buru—aku mendapati satu nama tersebut. Sekali lagi, Maemunah Thamrin. Kuharap kamu mengingat baik-baik nama itu. Karena, Pram sendiri—dalam suratnya kepada salah satu anaknya—menuliskan nama istrinya dengan penuh rasa bangga. Aku pun dapat mengerti jika ia begitu menghormatinya.