Jun 9, 2013

Penantian

*untuk L si Perempuan Juni; untuk 8 Juni dan hal-hal yang belum selesai

Barangkali Perempuan Juni tak pernah mengetahui dulu ada seorang bernama Ricardo Eliecer Neftalí Reyes Basoalto. Ia pun mungkin tak akan paham jika kujelaskan bahwa seorang tersebut kelak terkenal dengan nama Pablo Neruda, seorang penyair dengan cadangan kesedihan yang seakan tak pernah habis. Biar begitu, toh dia mengamini benar petikan sajak tersendu yang pernah keluar dari ujung lidah Neruda: love is so short, forgetting is so long.

Mencintai itu mudah. Tidak dengan melupakan.

Sebab jika mencintai orang baru dapat kita jadikan permohonan yang akan terkabul dalam doa-doa menyambut ulang tahun, tentu Perempuan Juni saat ini sedang meniup lilin di depan lelaki yang ia kenal beberapa saat lalu. Jika melupakan bisa dilakukan semudah menghapus pesan singkat yang tak diinginkan, pastilah Perempuan Juni takkan keras kepala melewatkan hari spesialnya hanya di kamarnya sendirian, membayangkan masa lalu yang ia kasihi mengejutkannya dengan mengetuk pintu kamar tiba-tiba; mengucapkan selamat atas bertambahnya usia sembari menjulurkan bunga tanda cinta.

Tapi adakah cinta yang bisa dipahami sepenuhnya oleh logika?

Setahun lalu aku mengucapkan selamat ulang tahun kepada Perempuan Juni yang sedang sibuk menanti. Pacarnya berada di seberang pulau dan terpaksa hanya menemani ia melewatkan hari tersebut melalui dering telepon. Saat itu aku yakin Perempuan Juni menyelipkan nama sang pacar dalam doa yang khusyuk ia panjatkan. Sambil malu-malu pada Tuhan, ia memohon agar lelaki yang selalu ia cintai itu untuk lekas-lekas menemuinya.

Tahun ini Perempuan Juni berpisah jalan dengan lelakinya. Tak ada lagi status pacar dalam hubungan mereka. Tak ada lagi sapaan mesra nan hangat dalam ucapan selamat ulang tahunnya. Meski begitu, saat aku mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, aku tahu Perempuan Juni masih sibuk menanti. Ia, dengan diliputi sedikit kecemasan, selalu berharap bisa mengulang kembali kisah cinta dengan lelakinya. Membangun kembali apa yang terlanjur dirobohkan oleh besarnya ego yang mereka pelihara. Di hari ulang tahunnya kali ini pun Perempuan Juni masih menanti seperti tahun yang sudah-sudah.

Lalu apa yang bisa aku katakan kepada Perempuan Juni?

Selamat ulang tahun. Dengan atau tanpa lelaki yang kaukasihi di sampingmu, jangan lupa untuk berbahagia. Tak perlu takut dibilang bodoh karena menanti sesuatu atas nama cinta. Karena seperti kata Orhan Pamuk yang lahir pada Juni pula:

Es el amor el que vuelve estúpidas a las personas o es que sólo los estúpidos se enamoran?

3 comments:

  1. Kuwi apa artine sing terakhir? Masa Pamuk ngomong bahasa Spanyol?

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar keliatan romantis dikit laaaaaaah :P

      Delete
  2. bagaimana nasib si perempuan Juni sekarang?
    Juli sudah datang :)

    ReplyDelete