Apr 24, 2013

Adieu

Ada hal yang menyebalkan dari suatu pertemuan. Sudah tentu karena ia selalu hadir satu paket bersamaan dengan sebuah perpisahan. Perpisahan yang terkadang begitu liris dan tak pernah bisa ditebak kapan ia akan hadir. Dan, meskipun saya telah tahu sedari awal bahwa perpisahan, cepat atau lambat, suatu saat akan hadir, toh mau tidak mau saya merasakan kesedihan saat berhadapan muka dengannya. Apalagi, hati terlanjur berkata bahwa saya telah mendapatkan banyak sekali kenangan yang rasanya akan sukar saya lupakan begitu saja.

Hari Rabu terakhir saya mengenakan seragam di KPP Pratama Purwokerto mungkin menjadi salah satu Rabu tersedih dalam hidup saya setelah kematian nenek pada bulan Juli 2004 yang jatuh pada hari Rabu pula. Saya berdiri sendiri. Menerawang ke sekeliling. Berjalan sepanjang lorong kantor. Naik turun tangga ke ruangan-ruangan. Lalu berpamitan pada seisi kantor. Memang tidak semua pegawai cukup meninggalkan kesan yang berarti selama saya berkantor di tempat itu. Tapi bukankah tak pernah ada bagian yang menyenangkan dari sebuah perpisahan?