Feb 4, 2013

Sudah

Pernahkah kau bosan pada kata-kata?
Pernahkah kau merasa alinea hanya berisi huruf yang berserakan, seperti kotoran?

Saya pernah.
Lebih tepatnya, saya sedang mengalaminya. Sekarang.
Membaca tulisan saya sendiri ternyata memuakkan. Bahasa yang tak teratur. Ide yang tak tersampaikan. Lompatan pikiran dan cerita yang tak linear. Bah, bisa-bisanya saya berani mengeluarkan tulisan seburuk ini?

Berak!

Kapan saya sudahi menulis busuk dan berhenti meracau yang seringkali hanya menyerupai (maaf) orang berak? Entah.

Pramoedya bilang jangan pernah meremehkan tulisanmu sendiri. Biar bagaimanapun mereka adalah anak-anak rohanimu. Meski cacat. Meski rusak dan tak seperti yang kauharapkan. 

Lantas apa solusi dari muak yang kian hari kian bertambah ini?

Entah.

***

Pada suatu titik aku akan mati
tanpa gaduh
Atau sekadar berhenti
--membunuh jenuh

5 comments:

  1. Tulisanmu pas lagi muak we tetep enak diwoco ngene.
    hatetep://siangar.co.uk

    ReplyDelete
    Replies
    1. iki gawene mung 5 menit, ru. jinguk tenan yo... ajari saya, suhu.

      Delete
    2. Permisi bapak-bapak semua, lantainya mau dipel dulu. Permisi ya...

      Delete