Jan 3, 2013

Andreas Rossi

Ndre,
Kudengar kau mulai terkenal karena beberapa saat lalu seorang seleb yang setiap titahnya diikuti banyak orang menyanjungmu dengan penuh seluruh. Ia, dalam salah satu ucapannya, memuji tulisan-tulisanmu yang begitu kritis di blog, begitu cerdas membelokkan rumus-rumus yang dengan susah payah ditemukan oleh para ilmuwan, begitu mudah menggabungkan logika mereka dengan perasaan yang susah dijabarkan bahkan oleh kata. Maka, apabila sekarang kau menjadi mahsyur, mulai naik ke pucuk daun seperti ulat--yang dalam iklan pun mencapainya dengan kepayahan--dengan begitu mudah, itu adalah keniscayaan. Menyitir ucapan salah seorang filsuf kenamaan: you think, therefore you are. Kau berpikir. Kau menulis pikiranmu di blog, maka jadilah kau yang ada sekarang. Ini hanyalah sebuah proses sebab-akibat yang sungguh tidak perlu kita perdebatkan lagi.

Ndre,
Kudengar banyak orang mulai menyapamu, mengajakmu berkenalan sebagai bagian dari tindak lanjut peristiwa di atas. Kudengar kau sedang sibuk membalasi sapaan-sapaan mereka sehingga mulai kekurangan waktu untuk beraktivas. Kudengar kau mulai kehilangan waktu-waktu untuk coffee break atau sekadar menghabiskan sebatang rokok demi menjadi ramah di hadapan para penggemarmu. Wajar. Tetapi dengan tanpa mengurangi rasa hormat, semoga kau tetap memiliki, meski hanya sedikit, waktu untuk beristirahat. Semua demi tubuh dan pikiranmu. Kau yang membaca dan mengingat semua hal pasti ingat sebuah slogan latin klasik: mens sana in corpore sano yang artinya.. Ah tidak usah lah. Aku tidak perlu memberitahu karena itu seperti menggarami lautan. Yang pasti, curilah sedikit waktu buat beristirahat agar kau tetap sehat.

Ndre,
Kudengar kini kau sudah memikirkan cita-cita alternatif (aku tahu ini absurd karena cita-cita macam apa yang dengan mudah dibelokkan? Tetapi toh ini sudah diputuskan olehmu) menjadi personil boyband. Aku pikir memang seperti itulah seharusnya menjadi lelaki. Memiliki prinsip dan juga sikap yang teguh adalah satu-satunya cara untuk memperoleh kesuksesan. Jangan pedulikan celaan orang bila akhirnya mereka menganggap boyband itu tak maskulin. Salah besar. Bahkan mereka yang mencela boyband dan mengaku maskulin pun belum tentu punya pasangan, ya toh? Karena itu, teruskan niatmu. Kuatkan langkahmu. Kelak, di ujung jalan sana pasti kau bisa membuktikan bahwa kau jantan dengan memiliki banyak penggemar (atau bahkan pasangan seperti Andhika) setelah menapaki jalan berbatu yang ada sekarang. Jangan ragu. kata Nietzsche yang berkali-kali kita bahas pemikirannya, You have your way. I have my way. As for the right way, the correct way, and the only way, it does not exist.

Ndre,
Kelak, setelah kau terkenal dan menikmati kejayaan yang telah kaurintis sejak dari sekarang, kau akan mengetahui hal-hal yang mungkin tak terpikirkan selama ini. Salah satunya adalah tidak perlunya menanggapi beberapa respon yang mengarah padamu, baik itu respon positif maupun respon negatif. Contohnya adalah tulisan ini. Banyak orang mungkin akan mengajukan protes dan melemparkan kritik. Tapi sebagai orang yang konon diberi label kebanggaan ubermensch kau tak perlu khawatir. Sikapilah dengan bijak karena mereka sesungguhnya sedang berharap perbaikan padamu.Seorang Oscar Wilde pun pernah suatu kali menyampaikan bahwa The critic has to educate the public; the artist has to educate the critic. Aku yakin kau akan menjadi lebih baik dengan itu. Namun, kau juga tak perlu takabur. Bahkan nabi pun tidak pernah benar-benar suci dari kritik. Teruslah berbenah demi semua orang.

Ndre,
Terakhir. Mungkin gerakan #DukungAndreTetapJombloUntukIndonesiaYangLebihKritis di twitter itu tak perlu diteruskan. Dengan kejombloan, mungkin kau akan lebih kritis. Tetapi tak jomblo pun bukan berarti kau tak kritis, terutama kritis terhadap ketidakadilan. Bahkan, dengan memiliki pasangan (yang itu berarti kau melepas status jomblomu) aku yakin kau akan lebih bijak. Lebih punya rem sebagai perlambatan karena terkadang kita melaju dengan tak terkendali. Jika pada akhirnya kau memilih barang satu-dua penggemar yang sekarang kerap menyapamu, aku yakin semua akan legawa dengan keputusanmu. Barakallah fikum.




(mungkin) Temanmu, 



Gita Wiryawan

5 comments: