Dec 21, 2012

Kepada Kamu yang Telah Lewat

Aku tak percaya pertemuan kita merupakan kebetulan semata.

Bahwa kita tak sengaja berjumpa, lalu sempat melangkahkan kaki bersama, adalah sebuah rencana yang telah diprogram sedemikian rumit oleh semesta.

Bahwa kemudian kita berpisah jalan di persimpangan, merupakan takdir yang harus kita hadapi. Sendiri-sendiri.

Aku percaya cinta datang tepat waktu.

Dulu ia tiba begitu saja tanpa membiarkan aku dan kamu menanti lama. Ia datang dan mengantar kita ke tempat seharusnya kita berada. Kita menyublim, menjelma dalam kalis ketiadaan. 

Kita jadi satu.

Kita lupa waktu.

***

Suatu hari, perpisahan hadir membawa gerimis, menjemputmu dengan tergesa. Suatu hari, cinta tak mampu berbuat apa-apa. Ia hanya membiarkan perpisahan lewat pada suatu jeda.

Ada waktu ketika cinta seperti orang mati. Cinta lupa bahwa ia memiliki tugas menjaga hati.

Cinta menghilang pada suatu pagi.

Setelahnya, aku tak ingin mengingat apa-apa. Aku ingin lupa rasa. Lupa cinta.

***

Cinta datang tepat waktu.

Tidak dengan perpisahan.

3 comments: