Oct 17, 2012

Setelah Saujana

Teruntuk kawan-kawan yang sangat antusias bergabung dalam saujana.

Saat mengunggah cerpen-cerpen di blog saujana, saya dipenuhi perasan gembira yang meluap-luap. Perasaan senang yang berbeda dari biasanya. Kesenangan yang dibuat sendiri tanpa harus menunggu pemberian dari orang lain, yang ditemani semangat kebersamaan dari kawan yang telah lama tidak saya jumpai. Kesenangan yang disertai setitik asa bahwa masih ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk membunuh jenuhnya rutinitas.
 
Saya teringat Santiago, si tua dalam novel Hemingway. Buatnya, hidup hanya  sebatas pekerjaannya sebagai nelayan, yaitu melaut. Mencari ikan untuk ia santap setiap hari. Tidak ada kesenangan dalam rutinitas yang ia lakoni. Apalagi sebagai seorang nelayan miskin yang telah melewati masa kejayaannya, ia lebih sering kekurangan tangkapan. Itu sama sekali bukan hidup yang ia inginkan. Meskipun tak pernah mengatakannya, jauh di dalam hati ia masih menyimpan mimpi-mimpi masa mudanya: bertualang. Ia merindukan padang rumput, singa-singa Afrika, juga pertarungan dengan musuh yang menghadang jalannya.

Oct 16, 2012

Ketabahan Bapak

“Kak, cepat pulang! Bapak sedang opname di rumah sakit.”

Setelah menerima pesan singkat dari adik perempuanku, aku segera bergegas meninggalkan kehidupan rumit di jalanan ibukota. Aku tahu jika adikku sudah berkata demikian, berarti sedang terjadi hal luar biasa. Usia bapak telah lanjut. Berkali-kali pula beliau masuk rumah sakit. Tetapi baru kali ini adik memintaku untuk pulang segera. Untuk itu, aku tak menunggu waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan. Siang itu juga aku langsung berangkat ke terminal Pulogadung.

Dengan tiket sisa yang kudapat susah-payah dari calo, aku berhasil menaiki bus malam terakhir yang membawaku ke desa kelahiranku di ujung selatan pulau Jawa. Anak dan istri kutinggal di rumah. Mereka kutitipi pesan untuk berdoa banyak-banyak agar seluruh keluarga kami selalu diberi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa. Aku tak berkata apapun soal bapak. Aku hanya sempat mengirim pesan singkat pada anakku yang sedang kuliah agar jaga rumah dan ibunya baik-baik.