May 27, 2012

Hari Ibu

*untuk hari ibu yang tak harus jatuh di bulan Desember


Saya tak pernah suka tiba-tiba diganggu oleh pesan singkat yang sebenarnya tak begitu penting. Apalagi telepon yang nada deringnya kerap memekakkan telinga dan membikin pusing otak yang sedang ingin mengerjakan tugasnya: berpikir.

Sialnya, ibu saya sering melakukan hal itu.

Ibu, saya panggil beliau dengan sebutan “mamah”, terlalu sering melayangkan pesan singkat. Bahkan untuk hal-hal yang begitu remeh. Tentang pentingnya sarapan. Tentang betapa saya tak boleh tidur malam atau menjaga diri di perantauan. Atau tentang Shalat dan pentingnya memilih bergaul dengan orang yang baik-baik agar saya tak terjerumus. Dan sampai sekarang sepertinya ibu masih menganggap saya anak kecil yang harus dipegangi tangannya ketika berjalan agar tak terjatuh.