Mar 28, 2012

Galang: Semangkuk Mie Ayam Itu....


Namanya adalah Galang.  Dia bukan Galang Rambu Anarki, putra Iwan Fals yang diabadikan lewat sebuah lagu. Ia “hanya” seorang sahabat yang tak akan bisa benar-benar saya lupakan. Jika ingatan saya tak salah, nama lengkapnya adalah Galang Ibnu Iktibar Noor. Ia terlahir pada tanggal 25 April 1990 (semoga ini benar) sebagai seorang sulung dari 3 orang bersaudara. Rumahnya berada di desa sebelah tempat tinggal saya. Namun, bukan karena menjadi teman sepermainan Galang lah saya mengenal dia untuk kali pertama.

Saya bertemu muka dengan galang untuk kali pertama di sebuah lomba cerdas cermat Sekolah Dasar tingkat kecamatan. Kala itu, di final yang diikuti oleh lima orang peserta, saya bisa menjadi juara seandainya Galang tidak mengacau. Di final tersebut, satu pertanyaan hanya boleh dijawab satu kali oleh peserta yang menekan bel paling cepat. Sialnya, di saat-saat genting di sesi terakhir Galang membuat satu pertanyaan yang bernilai besar terbuang sia-sia karena ia salah menjawabnya. Saya yang mengetahui jawaban yang benar pun hanya bisa gigit jari karena terlambat menekan bel. Akhirnya, saya harus puas berada di peringkat ketiga. Satu tingkat di atas Galang.

Mar 8, 2012

Balasan dari Prima!

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Prima membalas surat maya yang saya kirimkan via FB. Dan, silakan menikmati :)

***

Puja Negara


Namanya Gita Wiryawan Puja Negara. Mungkin si pemberi berharap, ia akan menjadi orang yang menghormati negaranya. Syukurlah, nama itu tidak berkhianat. Genap sejak malam ini—setelah kedatangan sms yang memberitahukan kalau ia sudah mulai ngantor—ia sudah menjadi seorang pegawai negeri sipil, PNS.

Gita artinya ‘nyanyian’, memandang wajah Gita, sepertinya nyanyian yang dimaksud genrenya Folk. Wajah Gita ndeso, tapi tidak dengan otaknya. Dan perilakunya. Dia sangat urban.

Aku mengenal Gita ketika kelas 1 SMA. Kami tidak sekelas, namun aku sekelas dengan temannya satu daerah, Mame. Gita berasal dari Wangon. Dibanding dengan Kota Purwokerto, Wangon sangatlah ndesa. Terpencil. Tapi dari daerah itu, otak-otak brilian diproduksi. Selain Gita, teman-temanku asal Wangon lainnya juga jenius-jenius. Si Mame yang nama aslinya Slamet Sabar Riyadi, adalah juara kelas. Alim Ichwan Fauzi, selain tampan, sekarang sudah jadi pegawai negeri sipil juga di Pabean Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dan Gita sekarang sudah resmi jadi pegawai Kantor Pajak. Dibanding mereka, aku tampak sangat sangat menyedihkan.

6 Maret

Jalanan yang lengang. Kios makan di pinggiran. Dan sepotong kue kecoklatan.

Mungkin kau masih ingat. Mungkin juga tidak. Tepat setahun, pada malam gerimis yang lalu, kita mengganti babak hubungan kita. perpisahan yang tak kusukai karena untuk itu kita harus saling berucap benci. Atau barangkali, sebab kata saling tidak pernah tepat digunakan untuk menggambarkan hal yang tak melibatkan aksi dan reaksi sekaligus, lebih tepat jika kubilang bahwa kau tengah mencoba untuk membenciku. Saat itu, kita tahu, kau mulai belajar untuk melupakanku. Aku tidak. Aku takkan mampu.

Hingga sekarang, ratusan malam sejak waktu itu. Atau malah ribuan ke depan.