Aug 10, 2011

Jakarta Pukul Dua Pagi

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimaks.
Dengung nyamuk yang mencari mangsa, kokok ayam yang menyambut pagi, dan suara televisi yang tak sempat dimatikan oleh tuannya.

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimaks.
Arus kendaraan yang mulai sepi, jalanan yang lengang tanpa gangguan, dan udara lembab yang perlahan menusuk kulit.

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimaks.
Tangis bayi yang terbangun karena mimpi buruk,  lemburan pegawai rendahan yang inginkan tambahan upah, dan langkah-langkah orang yang tengah ronda.

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimaks.
Dentum musik yang memekakkan telinga, liukan penari telanjang yang menjemukan, dan goyangan manusia-manusia mabuk yang siap muntah di mana saja.

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimas.
Aku yang masih terjaga di tengah kesunyian, asap rokok yang memenuhi ruangan, dan telepon genggam yang masih menanti pesan singkat darimu.
Ya. Kamu.

(Pinggiran Jakarta, di kamar sumpek dan berdebu)

1 comment:

  1. Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimas.
    jakarta is a mistake...

    ReplyDelete