Apr 21, 2011

Ujung Genteng: Kebersamaan, Kenangan, dan Keindahan


Friendship... is not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything. – Muhammad Ali

Melancong, berwisata, atau jalan-jalan, merupakan sesuatu yang lazim dilakukan oleh orang kebanyakan. Apalagi untuk beberapa orang yang memiliki label mewah dalam hidupnya, hal tersebut dapat dikatakan sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, tak ada cerita spesial nan menghebohkan di saat 30-an anak melancong ke tempat wisata di akhir pekan mereka. Biasa.


Walaupun demikian, menurut saya, melancong bersama sahabat memiliki makna lebih syahdu dari definisi melancong itu sendiri. Akan tetap ada kenangan tertinggal di hati manusia-manusia yang haus akan persahabatan, keluarga kedua di saat kita jauh dari rumah. Itulah yang saya rasakan ketika tanggal 14-16 April 2011 kelas 3 E Administrasi Perpajakan 2008 membersamai perjalanan ke Ujung Genteng, suatu tempat di ujung barat pulau Jawa.

Kisah wisata kelas itu sendiri dimulai pada kamis malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Berangkat dari kampus STAN, kita memerlukan waktu sekitar 8 Jam untuk sampai ke objek wisata (baca: objek pengambilan foto) pertama, yaitu curug cikaso. Di tempat tersebut, sebagian besar anak membasahkan diri dengan air curug yang menyegarkan. Setelah puas, acara dilanjutkan dengan makan pagi, mandi bagi yang berniat mandi, lalu melanjutkan perjalanan.

Acara-acara berikutnya tak jauh berbeda dengan ritual wisata pada umumnya: bersenang-senang. Oleh sebab itu saya mengatakan pada awal bahwa tak ada yang mengagumkan dalam perjalanan kemarin. Hanya saja, setiap orang selalu mengambil sudut berbeda dalam menangkap peristiwa-peristiwa berkesan dalam hidupnya, bahkan untuk hal terkecil sekalipun. Melepas tukik ke lautan, masak bersama, berdendang sembari memanggang ikan, bahkan kesabaran dalam menunggu giliran mandi mungkin akan menjadi momen indah tersendiri bagi seseorang. Tak seorang pun mampu untuk menjabarkan keindahan tersebut dalam kata.

Keindahan-keindahan dalam perjalanan yang singkat memang tidak akan meninggalkan kesan yang mendalam. Apalagi persahabatan tak hanya dinilai hanya ketika kita bersenang-senang. Karena itu saya yakin kebersamaan yang kita bangun dalam waktu singkat tersebut tak mendapat tempat istimewa di hati masing-masing dari kita. Namun percayalah bahwa kelak, mungkin 5 atau 10 tahun lagi, kita akan tersenyum ketika mengingat apa yang telah kita lalui selama dua hari kemarin.

Satu hal yang jelas, persahabatan akan semakin erat ketika kita kembali dari sana, ketika kita turun dari bis dan saling menyatukan tangan. Diam-diam kita berjanji akan selalu menjaga kenangan tersebut, sekaligus menjaga hubungan yang telah kita jalin selama ini. Thanks for being there, mates. Thanks for the memories. We are always great!!





1 comment:

  1. Dulu ketika berpisah dengan teman TK tahun 1996 terasa begitu mmenyedihkan, perpisahan selanjutnya yaitu tahun 2002 dengan teman2 SD. setelah cukup terhibur dengan teman2 baru, akhirnya berpisah juga pada tahun 2005. Hingga akhirnya tahun 2008 berpisah dengan teman SMA. Tak terasa sudah tahun 2011, sepertinya aku tak pernah bertemu kamu semenjak lulus :)

    ReplyDelete