Mar 27, 2011

Lagu-Lagu Pemicu Melankolia

Akhirnya saya menulis lagi. Entah kenapa belakangan ini saya agak kekurangan suntikan motivasi untuk menulis. Mungkin salah satu penyebabnya karena sebagian besar ide yang muncul langsung terluapkan melalui @gitawiryawan sehingga saya kekurangan bahan bahasan. Atau mungkin faktor hati? Entahlah :)

Karena itu, daripada otak saya beku karena tak terpakai, kali ini saya mengajak sahabat saya Galih Raka untuk menulis dengan tema yang sama, yaitu musik. Dengan sentuhan pengalaman saya yang miskin pengetahuan akan nada, saya telah memilih beberapa nominasi lagu-lagu pemicu melankolia. Selama membaca, sila samakan daftar main pemutar musik anda dengan nominasi dari saya agar lebih menghayati.

So, let's check it out!


6. Sheila on 7 - Dan


Lupakan saja diriku
bila itu bisa membuatmu kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala
Caci maki saja diriku

bila itu bisa membuatmu kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala

Kali pertama mendengarkan DAN, saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, sejenak saya terdiam. Bahkan untuk ukuran anak bau kencur sekalipun, lirik lagu buatan Eros Chandra itu terlalu sentimental. Hingga sekarang, mungkin saya tetap pantas mengenakan seragam putih-merah karena masih terenyuh saat menikmati lagu cengeng Sheila on 7 ini. Namun percayalah, mereka menuangkan ramuan beracun dalam setiap kata di lagunya sehingga pendengar langsung kehilangan semangat hidup. Ya, satu-satunya jawaban untuk hal tersebut yaitu, karena mereka adalah penyihir kurang kerjaan yang mengisi waktunya dengan ngeband.

Pesan dari saya:
Pernah merasa sangat bersalah terhadap kekasih? Mempunyai masalah tak terselesaikan dengan mantan? Jangan dengarkan lagu ini! DAN tidak direkomendasikan untuk anda yang tengah putus cinta. Terlebih, jangan pernah anda memegang benda tajam  ketika mendengarkannya. Tidak ada yang bisa menjamin setan tak akan membujuk anda mengiris nadi untuk mengakhiri hidup yang hampa lantaran ditinggal kekasih.


5. Chantal Kreviazuk - Leaving on a Jetplane

 Sesungguhnya lagu romantis macam LEAVING ON A JETPLANE tak pantas dimasukkan ke dalam deretan lagu-lagu putus asa. Akan tetapi, pembawaan Chantal yang mendaur ulang lagu ini untuk film Armagedon menjadikannya sebagai salah satu lagu paling menyayat hati. Selain itu, gombalan memuakkan tentang orang yang akan kembali pada kekasihnya membuat saya benci pada perpisahan.


Jika ada orang yang berkata bahwa menunggu itu menjemukan, jangan percaya. Yang benar, menunggu itu menyakitkan. Daripada disuruh menanti dalam ketidakpastian, saya lebih memilih agar kiamat dipercepat. Apalagi untuk menanti seorang spesial yang akan pergi dan tidak jelas kapan pulang seperti ditunjukkan pada liriknya:

Kiss me and smile for me, tell me that you'll wait for me, hold me like you'll never let me go.
Cause I'm leaving on a jet plane, don't know when I'll be back again. Oh babe I hate to go

Inilah pemicu serangan galau di malam buta. Bukankah sudah jelas, tak seorang pun akan rela ditinggalkan oleh kekasih meskipun ia telah menulis surat perjanjian bermaterai untuk kembali? Bagaimana mungkin ia yang mengaku sayang menyuruh anda tersenyum sementara ia akan menjalani misi bunuh diri, misalnya? Bodoh.


4. Fall Out Boy - Thnks fr th Mmrs
 
Sebelum mendengarkan lagu ini, tertawalah sekeras-kerasnya. Cukup satu menit. Jika telah puas, mulai dengar teriakan dari “monyet-monyet “ Amerika ini dan renungkanlah liriknya, niscaya anda takkan berhenti menangis. Ambilah contoh satu kalimat di lagunya:

One night and one more time thanks for the memories.
Even though they weren't so great, he tastes like you only sweeter

Sedahsyat itulah kedalaman lagu yang dibawakan oleh Fall Out Boy. Uniknya, lagu ini mengandaskan hipotesa absurd yang menyatakan bahwa lagu melankolis haruslah pelan nan mendayu. Mereka membuktikan tanpa perlu berteori panjang lebar melalui THNKS FR TH MMRS.

Judulnya saja cukup untuk mengingat segala kenangan yang telah dilalui bersama orang yang pernah mengisi hari-hari anda. Atau mau meresapi liriknya? Monggo. Melanjutkan mendengarkan? Ah, dipastikan doraemon akan datang membawa anda ke masa lalu dan memperlihatkan semua yang ingin anda kubur dalam-dalam.


Pesan dari saya hanya satu: jangan pernah mendengarkan lagu ini di malam sepi nan dingin. Sangat mungkin anda akan membayangkan mantan kekasih anda sedang berada di pelukan orang lain. Menyakitkan bukan? Ya, sekarang anda boleh membenturkan kepala anda ke tembok.


3.  The Cure - Boys Don't Cry


Jujur, saya merasa terhina ketika mendengar Robert Smith menyanyikan BOYS DON’T CRY. Betapa tidak, lelaki mana yang tak boleh sedih? Tak pernah ada Undang-Undang yang melarangnya. Bersedih dan menangis adalah fitrah manusia. Lelaki, bahkan sekelas Nurdin Halid yang terlahir tanpa darah dan air mata pun punya hak untuk menangis. Namun, empat monster tak berperikemanusiaan yang tergabung dalam band The Cure dengan seenaknya melanggar HAM yang paling sensitif tersebut. Lebih dari itu, mereka mengajarkan untuk berbohong! Tengoklah liriknya:

I would break down at your feet and beg forgiveness, plead with you
But I know that it's too late and now there's nothing I can do
So I try to laugh about it, cover it all up with lies
I try to laugh about it, hiding the tears in my eyes 'cause boys don't cry

Hanya untuk terlihat tegar di depan mantan, haruskah kita tukar air mata dengan kebohongan?
Dem. Lagu ini benar-benar sukses membuat saya galau. *ambil tisu*


2. Story of the Year - Until the Day I Die


Sama seperti LEAVING ON A JETPLANE, Story of the Year pun tak bermaksud menceritakan rasanya kehilangan. Namun ketika mendengarkan UNTIL THE DAY I DIE, entah kenapa ada perasaan aneh yang menjatuhkan.

Saat mendengarkan lagu ini, pikiran saya melayang. Seolah-olah muncul kabut asap berwujud orang yang sangat saya cinta. Tiba-tiba saya merasa kecewa dan putus asa. Kecewa, karena semua yang saya lakukan tak cukup untuk membuatnya bertahan. Putus asa, karena saya tak yakin bisa melihatnya tersenyum kembali oleh lelucon-lelucon bodoh yang pernah kita perbuat.
Lagu ini akan sangat cocok untuk anda yang berani berkoar akan selalu menyayangi pasangan anda. Ingatlah bahwa perasaan itu kelak akan berada di persimpangan dan membuat anda bimbang. Berikut bagian lirik yang paling menyiksa:

Should I bite my tongue until blood soaks my shirt ?
We'll never fall apart, tell me why this hurts so much
My hands are at your throat and I think I hate you
But still we'll say, "remember when" just like we always do

Mungkin dengan mendengarnya, anda akan merasakan sendiri nikmatnya kepedihan. Bahwa dengan mencintai seseorang seumur hidup, bukan berarti akan membuatnya mencintai anda juga. Bahwa kesetiaan takkan selamanya berbalas dengan kebahagiaan. Menukil kata panglima Tian Feng yang flamboyan: beginilah cinta, deritanya tiada akhir.


1. Rocket Rockers - Ingin Hilang Ingatan

Salah satu hal paling menyedihkan yang menjadi penyebab berakhirnya suatu hubungan percintaan adalah pengkhianatan. Dalam kasus tersebut, Rocket Rockers mengerti benar cara mengekspresikannya menjadi sebuah musik apik. Petikan gitar akustik khas lagu-lagu patah hati menjadi magis tersendiri dalam tema pilu yang diusung oleh mereka. Tambah lagi, lirik sendunya menampar keras jiwa-jiwa melankolia yang tengah berduka karena diselingkuhi. Lihat saja contohnya:
 
Menghilanglah dari kehidupanku, enyahlah dari hati yg tlah hancur
kehadiran sosokmu kan menyiksaku, biarkan disini ku menyendiri
Pergilah bersamanya disana dengan dia yg ada segalanya
bersenang-senanglah sepuasnya, biarkan disini ku menyendiri

Mungkin jika dilakukan penelitian, akan ditemukan fakta yang menunjukkan banyaknya manusia-manusia sakit jiwa akibat terlalu sering mendengarkan lagu ini. Durasi sekitar empat menit cukup membuat kita semua depresi berkepanjangan. Oleh sebab itu, jika mental anda tidak cukup kuat untuk mencegah kemungkinan terburuk yang akan terjadi, sangat disarankan untuk menghapus INGIN HILANG INGATAN dari playlist favorit anda.
 
Anyway, akhir lagu ini akan semakin terasa kaotik apabila di ditutup oleh gelegar pistol yang ditembakkan ke kepala anda yang ingin melupakan hidup.






Post Scriptum:
Sebenarnya masih ada jutaan lagu yang menunggu untuk dimasukkan ke dalam daftar lagu pemicu melankolia versi seorang Gita Wiryawan, termasuk deretan maha karya dari Gerard Way dkk. Namun, saya takut berurusan dengan polisi apabila nantinya banyak orang bunuh diri karena patah hati dan saya dituduh sebagai dalang intelektual atas kematian mereka. Makanya saya cukupkan dengan 6 lagu saja. Well, seperti kata pepatah: galau itu menular, jenderal!

2 comments:

  1. Kalo MCR masuk, nomer 1-10 isinya mereka semua haha

    ReplyDelete
  2. Apalagi ketambahan D'Masiv (///-)

    ReplyDelete