Feb 7, 2011

Karena Kemerdekaan adalah Hak

Bob Marley lahir pada tanggal 6 Februari 1945 di sebuah distrik kumuh di Jamaika. Pada malam kelahirannya, banyak orang melihat meteor berjatuhan. Orang percaya hal tersebut adalah sebuah pertanda kelahiran orang besar.  Mitos yang terbukti benar. Kelak, sosok Robert Nesta Marley, nama asli bob, akan selalu bergema dan dihubungkan dengan reggae, the song of freedom.

Tak perlu diragukan lagi, Bob Marley penyanyi terbesar di wilayah ini. Jika Michael Jackson disebut-sebut sebagai king of pop, maka Marley adalah king of reggae. Bahkan, boleh dibilang Marley jauh lebih dari raja, ia adalah nabi. Pada saat anak-anak muda Jamaika menikmati musik bawaan imperialis kulit putih, Marley sibuk membuat karyanya sendiri. Bersama The Wailers, ia berdendang tentang kebebasan dan menentang penjajahan di bumi Afrika. Misinya tak kalah dengan Nelson Mandela: melawan iblis terkutuk bernama rasisme yang membunuh satu-persatu kulit hitam, hari demi hari.

Feb 3, 2011

Memori di Kota Kecil

Pagi tadi aku sampai di terminal bus Purwokerto. Dua jam perjalanan udara ditambah empat jam perjalanan darat cukup melelahkan. Namun, aku memutuskan terus melanjutkan perjalanan karena aku tak mau ketinggalan acara sakralmu. Seorang kakek tergopoh-gopoh datang ketika kupanggil. Aku memilih naik becak dengan alasan ingin bernostalgia dengan jalanan tempatku dibesarkan. Lagipula, aku tidak ingin merepotkan dengan meminta orang lain untuk menjemputku.

Lima tahun. Ah tidak, kurasa lebih dari itu. Telah lama aku tinggalkan kota kecil ini, tetapi rasanya tak ada perubahan berarti di sini. Reklame dan baliho, tugu perbatasan, serta pepohonan masih utuh seperti dalam rekaman otakku. Bahkan ketika aku mampir di kafe untuk istirahat minum teh, server yang melayaniku telah ada ketika terakhir kali aku datang bersamamu, shin.