Jan 23, 2011

Mari kita Bicara Tentang..... Kuliah!

Beberapa saat yang lalu sahabat saya bercerita, bagaimana ia bosan kuliah. Bagaimana ia bosan dengan saratnya jadwal kuliah, banyaknya tugas yang harus dikerjakan, dan kepenatan menghadapi ujian. Saya heran. Dulu ia bangga sekali dengan statusnya sebagai mahasiswa, juga dengan jurusan yang dimasukinya. Namun entah kenapa sekarang justru ia memaki hal yang justru ia cintai. Ironis.

Saya berpikir, mungkin kebosanan sudah menjadi sifat natural manusia. Contohnya saja cinta. Beribu cerita cinta yang berkisah tentang perselingkuhan. Awal dari perselingkuhan itu kebosanan, bukan? Entah seberapa mesra mereka pada awal jumpa, setelah beberapa waktu akan jenuh juga. Yang jadi pertanyaan adalah seberapa besar usaha untuk menghilangkan penat yang kita rasa hingga tidak terjadi kebosanan, atau paling tidak, meminimalisasi kebosanan.

Kawan saya pernah berkisah, hidup monoton atau hidup teratur sebenarnya sama saja, sama-sama rutin dilakoni. Yang menjadi pembeda adalah paradigma kita terhadap konsep tersebut.  Jika melihat kegiatan perkuliahan sebagai hal yang monoton, dapat dipastikan kita akan menghadapi sesuatu yang bernama kejenuhan.Untuk menghilangkannya, dibutuhkan komitmen yang kuat terhadap diri sendiri, komitmen untuk selalu berjuang.

Lalu, bagaimana cara agar kuliah tidak menjadi monoton?
Opsi pertama dan paling mudah adalah mencari kegiatan alternatif sebagai pengisi waktu di antara rutinitas yang selalu dihadapi. Entah dengan mencari uang tambahan, berolahraga, atau menekuni hobi. Saya, misalnya, memilih mempelajari hal yang tidak diajarkan di kampus untuk memperluas wawasan.
Opsi lain, dengan memantapkan niat. Motivasi internal, dalam hal ini niat, lebih berpengaruh dari motivasi eksternal seperti yang saya sebut di atas. Kebanyakan mahasiswa yang mengeluh bosan dengan kuliah adalah mereka yang tidak memiliki niat kuliah. Biasanya, alasan yang dipakai adalah tidak adanya niat karena jurusan yang dimasuki beda dengan yang diinginkan. Menurut saya itu, alasan tersebut sangatlah basi. Jika memang jurusan tersebut tidak mau dimasuki, ya jangan dimasuki. Didorong orang tua? Hey, it’s your life! Jangan mau didikte oleh siapapun juga dalam menentukan jurusan kuliah. Kalaupun orang tua memaksa dan kita terlanjur masuk, cintai itu. Sungguh tidak ada yang lebih indah daripada mengerjakan sesuatu yang kita cintai.

Akan tetapi, jika rasa jenuh masih tetap menghampiri , ingatlah orang-orang miskin yang hanya bisa bermimpi menjadi seperti kita. Jangankan kuliah, bisa bersekolah pun sudah menjadi hal istimewa bagi orang-orang tersebut. Berterimakasihlah pada Allah. Bersyukurlah atas nikmat kuliah yang kita jalani saat ini, sehingga kita tidak dikalahkan oleh kebosanan. Sesungguhnya orang sukses tidak mengenal kata bosan karena kata tersebut telah dihapus dari kamus mereka. Seperti kata alm. Ust Rahmat Abdullah:
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu. Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

2 comments:

  1. hehehe, betul col, semua tergantung pada diri sendiri. mulane nek bosen ya kudune refreshing, wkwk

    ReplyDelete
  2. iyaa ki
    aku juga pernah bosan kuliah
    aku siasati deh tiap sore buat nglakuin hobi
    alias jogging sehat.. hee,

    ReplyDelete