Dec 29, 2011

Karna

Pada suatu siang, Karna terlihat terdiam di tepian sungai. Sebelumnya, Kunti datang menemuinya dan berkata ia adalah anak sang dewi. Kunti memberitahukan kenyataan bahwa ia adalah kakak kandung Pandawa yang segera menjadi lawannya dalam peperangan. Kunti memelas agar ia bergabung dengan pihak Pandawa melawan Kurawa. Bagaimana bisa? Pikir Karna. Selama ini ia makan dan minum dari hasil bumi Hastinapura, tetapi pada saat negaranya akan berperang malah ia disuruh membelot dan melawan punggawa-punggawa kerajaannya sendiri. Bagaimana bisa? Ulangnya. Berkhianat dan lari dari tanggung jawab adalah tindakan pengecut yang sangat dibencinya. Tapi, haruskah ia saling bunuh dengan adik-adiknya?


Dec 21, 2011

Sepuluh Lagu Terbaik 2011 Versi Saya

Menurut saya, ada beberapa hal yang haram untuk diperdebatkan. Mereka antara lain agama, tim sepakbola kesukaan, dan lagu terbaik. Untuk poin terakhir, karena saya telah berjanji membuat sepuluh lagu terbaik 2011 versi sendiri, maka dengan berat hati saya harus membuatnya. Dan untuk saya, lagu-lagu terbaik tahun ini jatuh kepada:

1. Adele - Someone Like You
Setelah The Script yang hobi mengoleksi lagu-lagu berlirik patah hati, rupanya Adele melakukan hal serupa. Someone Like You merupakan satu di antara banyak lagu anti move on lain yang dirilis oleh adele dalam album 21. Saya sendiri memih lagu ini karena musiknya yang asyik dan liriknya yang susah dilupakan, seperti eksistensi sebuah mantan.

I hate to turn up out of the blue uninvited but I couldn't stay away, I couldn't fight it
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded that for me it isn't over 

Dec 20, 2011

Buat Kamu yang Mencemaskan Perubahan

*perihal kekecewaan

Dear,
Sepertinya aku tak perlu menanyakan kabarmu. Jujur saja, aku selalu ragu dan sedikit tak percaya orang akan menjawab sebuah pertanyaan dengan apa adanya.  Kalaupun kau berkata sehat, tetapi aku tak yakin hatimu tidak sedang memerlukan sebuah perawatan. Dan menurutku itu bukanlah definisi sehat yang benar. Rasulullah, pemimpin terbaik kita, pernah bersabda bahwasanya dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang bilamana ia baik, maka seluruh tubuh juga baik dan bilamana ia rusak, maka seluruh tubuh akan rusak pula. Kau pasti tahu gumpalan apa itu kan? Ya, hati. Maka, seperti kata Opick, jagalah hatimu. Jangan kau biarkan ia kotor dan jangan pula kaupatahkan hatimu sendiri. Rawat dan peliharalah hatimu. Ia terlalu berharga untuk kaubiarkan berdebu hingga kemudian rusak.

Nov 29, 2011

Sebuah Percakapan Kecil yang Memuakkan

"Git, kegiatan apa yang kamu tengah tekuni saat ini?"

"Errr.. Entahlah. Aku sendiri tak tahu. Jika tak mau dibilang pengangguran, berarti saat ini aku adalah orang yang tengah menunggu kepastian. Kau sendiri?"

"Aku sibuk kuliah aja kok. Baguslah.. Orang sepertimu pasti segera mendapatkannnya. Oh iya, bulan depan datang ke tempatku ya."

"Loh memangnya ada apa?"

"Buku yang ku buat akan segera terbit. Kuharap kamu menghadiri peluncuran perdananya."

"Oh baiklah. Dengan senang hati.."

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Well, percakapan tersebut adalah hal memuakkan nomer seratus tiga puluh delapan koma lima selama tujuh tahun terakhir hidup saya.

(Makhluk bodoh mana yang tidak iri? Kawan saya terus produktif sementara saya hanya bisa menjadi manusia konsumtif yang terus menghabiskan Sumber Daya Alam. Oke, kau menang lagi, kawanku!)

Nov 18, 2011

Bali, the train diaries (part 2)

Sebelum membaca postingan berikut, diharapkan membaca ini terlebih dahulu.
***

Setelah bersepakat untuk berkumpul, kami masing-masing menempuh perjalanan yang berbeda. menuju Jogja. Andre yang memutuskan ikut ke Bali pada saat akhir, telah berada di Jogja dari awal. Pasangan beruk dari Jakarta --Nanda dan Reyanda-- berangkat Minggu pagi menggunakan kereta ekonomi AC, Gajah Wong. Saya, Gilang, dan Angga yang sama-sama dari Purwokerto, setelah perdebatan panjang yang menguras tenaga dan pikiran, akhirnya memilih kereta ekonomi, Logawa. Perdebatan yang betul-betul nyata, karena kami harus mengadakan rapat akbar untuk menentukan sarana transportasi yang merangkul dua pihak --saya yang borjuis dengan Gilang dan Angga yang Proletar-- secara adil. Di saat terakhir, kira-kira Jumat sore, akhirnya saya harus rela mengalah menggunakan Logawa yang notabene adalah kereta sejuta umat. Saat mengalah itu saya tahu bahwa saya tengah mengamalkan Dasa Dharma pramuka nomor tiga: Proletariat yang sopan dan ksatria.

Yang Penting Cerita, toh?

Barusan membuka blog seorang kawan ada postingan baru yang membuat saya tersenyum simpul. Seperti biasa, dia hanya posting di blog ketika ia tengah gundah. Semacam memberikan ruang khusus di dunia maya sebagai tempat membuang keluh kesah, melepas penat yang tak jua bosan hinggap. 

Padahal, ketika kubaca dari gelagatmu, yang seperti biasanya, hendak meminta bantuan, aku selalu menawarkan pertolongan. Akan tetapi, engkau enggan terbuka. Engkau selalu beralasan bahwa sifatmu yang introvert menjadikan dirimu tertutup dan memilih untuk memburu sunyi.

Nov 7, 2011

Ocehan di Suatu Malam Sederhana

Setelah mencomot beberapa potong pisang goreng buatan ibu yang masih hangat di rumah, saya bergegas menuju ke tempat kawan. Biasa, pengangguran yang tak produktif. Selagi menunggu pengumuman dari kampus, praktis hanya ada tiga hal yang saya lakukan: 1. main, 2. main, 3. main.

Oh oke, sepertinya saya ngelantur terlalu jauh.
Saat libur seperti ini, saya banyak bermain dengan kawan-kawan lama di dekat rumah. Sedikit bernostalgia dengan masa kecil. Saya ingat, dulu hidup saya begitu sederhana. Tak pernah saya memikirkan hal-hal berat macam ekonomi, statistika, atau sejarah. Masa kecil yang saya tahu terlalu mubazir untuk dihabiskan dengan bermain ponsel dan komputer, berselancar di dunia maya, atau debat kusir yang tiada guna.

Nov 4, 2011

Bali, the train diaries (part 1)

Many will call me an adventurer - and that I am, only one of a different sort: one of those who risks his skin to prove his platitudes.

Adalah Ernesto “Che” Guevara yang menulis surat pada orang tuanya, berpamitan untuk melakukan perjalanan yang ia tak tahu kapan berakhir. Ia bertualang di sepanjang Amerika Selatan bersama sahabatnya, Alberto Granado. Sebuah pengembaraan yang sangat “laki” kalau menurut salah satu iklan di televisi.

Beberapa hari lalu, saya, puluhan tahun sejak Che  mulai mengembara, melakukan petualangan yang tak kalah hebat bersama beberapa orang kawan --Reyanda, Nanda, Gilang, Angga, Robot, dan Andre-- : backpacking dengan rute Jawa-Bali. Oke, bagi banyak orang mungkin hal tersebut terdengar hiperbola dan menggelikan. Namun sungguh, naik kereta ekonomi selama belasan jam disambung dengan angkutan-angkutan murahan yang tak kalah melelahkan adalah sebuah hal mahaberat bagi saya, seorang borjuis kecil --menyitir pernyataan Munir mengenai mahasiswa-- salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan terkenal di Indonesia.

Oct 7, 2011

Warkop, Sedikit Cerita

Waktu Jalan. Aku tidak tahu nasib waktu. – Chairil Anwar
Ketika hendak memulai tulisan ini, saya tengah berada di pojokan sebuah kafe di Purwokerto. Di meja saya terhidang coklat hangat yang diberi bonus sebuah biskuit, kentang goreng yang tersisa sedikit, dan laptop yang mengalunkan lagu-lagu dari The Beatles. Saya di sini sendirian, walaupun tentu saja di kafe tersebut ada banyak orang yang datang.  Kemudian saya bayangkan beberapa ratus kilometer arah barat dari sini beberapa orang tengah bercakap-cakap di sebuah warung kopi di kompleks perumahan Pondok Jaya, Bintaro.

Sep 24, 2011

Perjalanan Ini, Akhirnya..

Hari ini benar-benar buruk. Mood yang harusnya bagus setelah menerima pengumuman kelulusan mendadak turun drastis. Kenapa? Entah. Saya tak begitu suka mencari jawaban atas pertanyaan semacam ini. Biarlah kekalutan ini dinikmati tanpa harus mempunyai alasan.

Sebentar. Sebelum melanjutkan tulisan ini, saya akan mengutip lirik lagu "Sahabat Kecil" milik Ipang:
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli

Sep 15, 2011

Merenung

Belakangan, malas menjadi raja. Dari sejak bangun hingga berangkat tidur saya hanya banyak merenung. Dan lagu-lagu berikut ini telah menemani saya. Tak perlu pakai komentar deh, kan sudah dijelaskan di atas, saya sedang malas.

Aug 16, 2011

Kata

Aku heran. Kenapa cinta harus diungkapkan dengan kata-kata indah. Romantis, begitu orang bilang. Aku tak sepaham. Ada kalanya kata-kata hanya menjadi bunga. Indah tuk sesaat, namun dalam tempo beberapa saat ia akan layu, beranak sendu. Gombal, begitu aku bilang.

Kita semua, yang pernah mengalami cinta, pasti juga pernah merasakan sakitnya dibohongi oleh palsunya sebuah ucapan. Tak semua kata, apalagi kata cinta, benar-benar diucapkan dengan tulus. Sejarah berbicara, "permainan" cinta kerap kali dimulai oleh kata-kata yang berbalut dusta. Ingat?
Harus.

Aug 10, 2011

Jakarta Pukul Dua Pagi

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimaks.
Dengung nyamuk yang mencari mangsa, kokok ayam yang menyambut pagi, dan suara televisi yang tak sempat dimatikan oleh tuannya.

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimaks.
Arus kendaraan yang mulai sepi, jalanan yang lengang tanpa gangguan, dan udara lembab yang perlahan menusuk kulit.

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimaks.
Tangis bayi yang terbangun karena mimpi buruk,  lemburan pegawai rendahan yang inginkan tambahan upah, dan langkah-langkah orang yang tengah ronda.

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimaks.
Dentum musik yang memekakkan telinga, liukan penari telanjang yang menjemukan, dan goyangan manusia-manusia mabuk yang siap muntah di mana saja.

Jakarta pukul dua pagi adalah antiklimas.
Aku yang masih terjaga di tengah kesunyian, asap rokok yang memenuhi ruangan, dan telepon genggam yang masih menanti pesan singkat darimu.
Ya. Kamu.

(Pinggiran Jakarta, di kamar sumpek dan berdebu)

Jun 29, 2011

Kita

Plato yang termahsyur pernah berkisah tentang sebuah gua yang dihuni manusia-manusia tanpa hasrat. Mereka berpikir segala sesuatu yang mereka butuhkan sudah tersedia di gua tersebut sehingga mereka merasa tak perlu lagi mencari tempat yang lebih baik. Mereka tak pernah pergi karena takut kehilangan kenyamanan yang telah mereka dapatkan. Hingga suatu saat seseorang keluar dari gua dan….


Sayangku,
Aku pernah melewati waktu hanya berdua denganmu.  Aku dan kamu saja, tanpa orang lain. Aku suka menyebut kebersamaan ini dengan “kita”.  Satu kata sederhana, tetapi mempersatukan.
“ Terpujilah orang yang telah menemukan kata itu,” ucapku suatu hari.
Kamu hanya tersenyum.
Kamu, yang tak pernah tahu siapa itu Plato, pasti takkan sadar jika kita pernah berada dalam utopia yang sama seperti orang-orang dalam kisah Plato. Aku dan kamu berada di gua yang sederhana tapi menenangkan, dengan api unggun yang selalu menghangatkan, sekaligus menerangi kita.

May 17, 2011

BACALAH! Maka Kau Akan Mengerti

”Buku apa yang telah kamu baca bulan ini?”  Tanya seorang kawan tempo hari.
Sejenak saya heran kenapa tiba-tiba ia bertanya seperti itu. Namun, keheranan tersebut langsung berubah menjadi rasa malu. Entah ia bertanya serius atau menyindir saya, tetapi saya merasa telah menjadi orang paling bodoh karena tak punya jawaban atas pertanyaan tersebut. Alasannya, belakangan ini saya sangat jarang membaca.

Saya pun sebenarnya heran, mengapa kemalasan untuk membaca sangat kuat menghampiri. Padahal membaca merupakan hal yang paling saya sukai. Saya masih ingat betul bagaimana dulu ketika sekolah dasar, saya selalu meluangkan waktu istirahat untuk ke perpustakaan membaca buku-buku yang tersedia. Selain itu, setelah ujian caturwulan, sekolah saya mempunyai tradisi “gemar membaca”. Jadi, sambil menunggu guru mengoreksi jawaban ujian, para murid dipinjami buku bacaan agar tidak ada kegiatan tak berguna yang dihabiskan di sekolahan.

Apr 21, 2011

Ujung Genteng: Kebersamaan, Kenangan, dan Keindahan


Friendship... is not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything. – Muhammad Ali

Melancong, berwisata, atau jalan-jalan, merupakan sesuatu yang lazim dilakukan oleh orang kebanyakan. Apalagi untuk beberapa orang yang memiliki label mewah dalam hidupnya, hal tersebut dapat dikatakan sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, tak ada cerita spesial nan menghebohkan di saat 30-an anak melancong ke tempat wisata di akhir pekan mereka. Biasa.

Mar 27, 2011

Lagu-Lagu Pemicu Melankolia

Akhirnya saya menulis lagi. Entah kenapa belakangan ini saya agak kekurangan suntikan motivasi untuk menulis. Mungkin salah satu penyebabnya karena sebagian besar ide yang muncul langsung terluapkan melalui @gitawiryawan sehingga saya kekurangan bahan bahasan. Atau mungkin faktor hati? Entahlah :)

Karena itu, daripada otak saya beku karena tak terpakai, kali ini saya mengajak sahabat saya Galih Raka untuk menulis dengan tema yang sama, yaitu musik. Dengan sentuhan pengalaman saya yang miskin pengetahuan akan nada, saya telah memilih beberapa nominasi lagu-lagu pemicu melankolia. Selama membaca, sila samakan daftar main pemutar musik anda dengan nominasi dari saya agar lebih menghayati.

So, let's check it out!

Feb 7, 2011

Karena Kemerdekaan adalah Hak

Bob Marley lahir pada tanggal 6 Februari 1945 di sebuah distrik kumuh di Jamaika. Pada malam kelahirannya, banyak orang melihat meteor berjatuhan. Orang percaya hal tersebut adalah sebuah pertanda kelahiran orang besar.  Mitos yang terbukti benar. Kelak, sosok Robert Nesta Marley, nama asli bob, akan selalu bergema dan dihubungkan dengan reggae, the song of freedom.

Tak perlu diragukan lagi, Bob Marley penyanyi terbesar di wilayah ini. Jika Michael Jackson disebut-sebut sebagai king of pop, maka Marley adalah king of reggae. Bahkan, boleh dibilang Marley jauh lebih dari raja, ia adalah nabi. Pada saat anak-anak muda Jamaika menikmati musik bawaan imperialis kulit putih, Marley sibuk membuat karyanya sendiri. Bersama The Wailers, ia berdendang tentang kebebasan dan menentang penjajahan di bumi Afrika. Misinya tak kalah dengan Nelson Mandela: melawan iblis terkutuk bernama rasisme yang membunuh satu-persatu kulit hitam, hari demi hari.

Feb 3, 2011

Memori di Kota Kecil

Pagi tadi aku sampai di terminal bus Purwokerto. Dua jam perjalanan udara ditambah empat jam perjalanan darat cukup melelahkan. Namun, aku memutuskan terus melanjutkan perjalanan karena aku tak mau ketinggalan acara sakralmu. Seorang kakek tergopoh-gopoh datang ketika kupanggil. Aku memilih naik becak dengan alasan ingin bernostalgia dengan jalanan tempatku dibesarkan. Lagipula, aku tidak ingin merepotkan dengan meminta orang lain untuk menjemputku.

Lima tahun. Ah tidak, kurasa lebih dari itu. Telah lama aku tinggalkan kota kecil ini, tetapi rasanya tak ada perubahan berarti di sini. Reklame dan baliho, tugu perbatasan, serta pepohonan masih utuh seperti dalam rekaman otakku. Bahkan ketika aku mampir di kafe untuk istirahat minum teh, server yang melayaniku telah ada ketika terakhir kali aku datang bersamamu, shin.

Jan 23, 2011

Mari kita Bicara Tentang..... Kuliah!

Beberapa saat yang lalu sahabat saya bercerita, bagaimana ia bosan kuliah. Bagaimana ia bosan dengan saratnya jadwal kuliah, banyaknya tugas yang harus dikerjakan, dan kepenatan menghadapi ujian. Saya heran. Dulu ia bangga sekali dengan statusnya sebagai mahasiswa, juga dengan jurusan yang dimasukinya. Namun entah kenapa sekarang justru ia memaki hal yang justru ia cintai. Ironis.