Aug 2, 2010

SMA Negeri 2 Purwokerto dalam kenangan

Akhir-akhir ini saya rindu akan masa-masa SMA. Ya, saya sungguh-sungguh ingin kembali mengenakan seragam OSIS,Pramuka,dan seragam identitas SMA Negeri 2 Purwokerto. Apalagi ketika melihat tulisan adik-adik kelas yang baru saja lulus, mendengar pembicaraan mereka, semakin menambah rasa rindu terhadap masa-masa itu.

Jujur saya tidak merindukan “ketidakramahan” peraturan yang diterapkan oleh sekolah. Saya hanya merasa rindu dengan lingkungan smadha dan segala isinya. Interaksi antara murid dengan guru, antar kelas yang ada, dan semua kehebohan  yang terjadi.

Mungkin hal-hal berikut yang membuat saya masih mempunyai perasaan “memiliki” atas semua yang terjadi pada selang waktu 2005-2008 lalu:
1.    Pelajaran
Mungkin saya terlihat munafik, merindukan pelajaran yang jelas-jelas merupakan pangkal dari segala masalah di sekolah. Namun faktanya memang begitu. Saya ingin sekali mengerjakan aljabar, trigonometri, praktek kimia, dan masih banyak lagi pelajaran yang  tidak saya dapatkan di bangku kuliah, membuat saya semakin rindu terhadap masa SMA.
2.    Moving Class
Di perkuliahan juga menggunakan sistem kelas yang selalu berpindah. Akan tetapi saya jamin tidak ada yang menyaingi  keramaian moving class saat SMA. Hampir setiap bel pergantian jam pelajaran terlihat gerombolan siswa yang berlarian untuk, yah, kau-tahu-apa.
3.    Kantin
Inilah tempat favorit saya di smadha. Bahkan hingga saat ini terkadang saya masih menyempatkan diri hanya untuk sekedar mampir ke kantin menikmati soto bu narso, bakso pak mijo, dan mi ayam mamieh. Makan bersama teman di kantin sambil mengingat masa SMA memang sangat ajaib. Mengingatkan saya akan banyak hal yang terjadi selama 3 tahun saya bersekolah.
4.    At Tahrim
Sebenarnya tidak banyak yang harus diceritakan dengan tempat ini. Akan tetapi di sini lah saya mendapat banyak pencerahan. Spesial thanks untuk Eko, Mustofa, Febri , dkk yang menemani saya menginap dan berbagi ilmu. Kapan kita nostalgia lagi?
5.    Sanggar Pramuka
Tempat paling yahud untuk menunggu sore. Ngobrol ngalor-ngidul dengan teman membuat waktu terasa cepat berlalu. Apalagi ketika hari Jumat tiba, haha.

Masih banyak sebenarnya hal yang membuat saya rindu terhadap Smadha. Jika saya tuliskan satu-persatu malah akan menjadi novel yang membosankan. Well, we have so much stories. Thanks for the memories by the way :)

2 comments:

  1. walaupun masa SMA sudah usai tapi kenangannya akan selalu tersimpan rapi di hati seperti rapor yang menuliskan angka funtastic untuk diinformasikan kepada orang tua. buat bangga sedikit, ulangan matematika materi suku banyak waktu kelas dua dapet 100. hehe

    ReplyDelete
  2. Lagi mikir apa nyong ganu tau SMA yoh?? *kukur-kukur bathuk

    ReplyDelete