Aug 14, 2010

Episode Pantai

Cerita kita tak banyak, memang, tetapi juga tak bisa dikatakan sedikit. Dan dari kesemuanya, aku paling suka episode pantai. Alasanku sederhana, pantai selalu berhasil memainkan emosiku tiap kali menginjakkan kaki di halamannya.

Aku biasa membuang semua kepenatan hidup bersama pasir, ombak, dan awan. Tak seperti pengambilan scene film, aku tak pernah bosan mengulangi adegan berteriak lepas di atas karang. Memang hanya di pantai aku bisa menyingkir dari bising kendaraan, hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, dan segala keberisikan dunia yang fana ini.

Lebih dari tempat menyepi, panorama pantai sangat cocok untuk kita memadu kasih. Masih terbayang olehku kala aku menghabiskan malam di Kuta denganmu. Seiring berlalunya waktu, kau lebih memilih untuk menyebutnya pantai “kita”. Malam itu bulan tak muncul dan aku sedikit kecewa. Namun aku tak ambil pusing. Kehadiranmu di sisiku melebihi indahnya purnama sekalipun, pikirku. Lalu kita pun disibukkan oleh obrolan seru hingga fajar mengintip di ufuk timur keesokan harinya.

Kali lain kita pernah pula menikmati sunset sambil ditemani oleh cappuccino almond kesukaanmu. Ya, kita berdua memang maniak kopi. Alasannya sederhana, tak ingin kehilangan saat-saat kita bersama hanya karena diserang kantuk, ucapmu. Aku pun hanya bisa tersenyum mendengar rayuanmu. Rayuan yang kelak kusadari hanya akting belaka. Seperti halnya aktor profesional yang harus menurut instruksi sutradara, kau pun hanya menjalankan garis hidup Yang Maha Kuasa, begitu kau berdalih.

Kupeluk dirimu penuh kemesraan
Kita saling menyayangi
Bagaikan deru ombak yang menyatu
Takkan berakhir untuk selamanya
Di pantai cinta
(Glenn Fredly – Pantai Cinta)

Pagi ini, bertahun-tahun setelah kau pergi, tiba-tiba aku merasa sangat merindukan kehadiranmu. Saat matahari masih enggan menampakkan wujudnya, aku sudah hadir di pantai kita. Kucoba untuk memutar kembali episode pantai favoritku, memainkan adegan-adegan romantisme di antara kita berdua, dan menghadirkan wujudmu yang bahkan tak bisa kuingat lagi.
Gagal.

0 comments:

Post a Comment