Jul 10, 2010

Gagal Itu Indah

Beberapa hari yang lalu seorang sahabat mengirimkan pesan singkat yang isinya kurang lebih sebagai berikut:

"Jika kita selalu mendapatkan apa yang diinginkan, bukankah kita tidak akan pernah belajar?"

Sebuah pesan yang benar-benar singkat, tetapi cukup untuk membuat saya terdiam beberapa saat lamanya. Saya tidak tahu apa maksudnya mengirimkan pertanyaan itu, namun saya merasa sangat tertohok.

Sering sekali saya mengalami apa yang sahabat saya katakan. Selama ini, kebanyakan hal yang saya lakukan tidak pernah membanggakan, bahkan bisa dibilang memalukan, dan selama itu pula saya meratapi nasib saya yang selalu gagal. Begitu banyak penyesalan disertai kalimat-kalimat umpatan yang tidak seharusnya keluar dari mulut. Mengapa saya terlahir dengan bakat pas-pasan? Mengapa hal-hal yang saya inginkan seperti menjauh dari jangkauan? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul menemani setiap lamunan saya.
Saya tersadar. Jika Allah memberi semua yang saya inginkan, dari mana saya belajar untuk bangkit, berdiri kembali, ketika jatuh? Jika dia mengabulkan semua permintaan saya, dari mana saya belajar untuk bersabar ketika gagal? Jika apa yang saya mau selalu tercapai, apakah saya akan selalu berdoa dan memohon pertolongan-pertolongan dari Yang Maha Kuasa?

Allah memang Maha Merencakan. Dia sengaja menolak, atau lebih tepatnya menunda, keinginan kita yang tidak terbatas. Dia ingin melihat seberapa besar tekad dan perjuangan kita sebelum menuruti kemauan-kemauan kita.Dia menyediakan sarana pada kita untuk selalu berkembang. Dan yang terpenting, Dia memberi kita waktu untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

Oleh karena itu, tidak perlu risau ketika kita menemui jalan buntu dalam mencapai tujuan. Masih banyak jalan yang lebih mudah selama kita berusaha mencarinya. Kalaupun gagal, itu berarti kita diberi kesempatan untuk memperbaiki diri agar lebih baik dari sekarang. Mengutip nasihat dari John F. Kennedy:

"All of us do not have equal talent, but all of us should have an equal opportunity to develop our talents."

2 comments:

  1. "All of us do not have equal talent, but all of us should have an equal opportunity to develop our talents."

    we can do... nothing is imposibble

    ReplyDelete
  2. Semakin tinggi kita melompat, semakin keras jatuhnya. Tetapi pada lompatan berikutnya kita akan mempunyai kaki-kaki yang lebih kuat untuk MELOMPAT LEBIH TINGGI

    ReplyDelete