Jun 17, 2010

Menyoal Pegawai Negeri

Sebenarnya ini adalah kisah lama antara saya dan seorang teman. Jika saya sedang berbincang dengannya, pasti akan berujung dengan perdebatan yang tak kunjung usai. Kali ini pun begitu, dia menyerang keberadaan saya sebagai mahasiswa “sekolah gratis” yang kelak menjadi pegawai negeri.

Argumennya sangat jelas, saya dituduh sebagai antek pemerintah. Saya tak pernah ikut demo dan mengkritik kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, karena itu pula saya tidak punya idealisme sebagai mahasiswa. “Kelak jika jadi PNS, kamu tidak akan berani menentang penguasa”, kira-kira begitu yang saya tangkap.

Memang, paradigma PNS yang telah tersebar di masyarakat memang tidak terlalu bagus. Sebagian besar orang beranggapan bahwa kerja PNS santai, gaji rutin, dan ketika usia produktif telah usai masih tetap mendapatkan uang pensiun, sungguh enak bukan?

Akan tetapi, jelas suatu kesalahan besar apabila menggeneralisasi semua PNS seperti itu. Laiknya petani yang menemukan satu hektar sawahnya puso, sangat tidak mungkin dia meninggalkan 32 hektar lainnya. Mungkin kita sering menemukan pegawai negeri yang “berwisata” di tengah jam kerja. Namun untuk mengatakan semuanya seperti itu harus melalui penelitian. Masih banyak PNS penuh dedikasi dan integritas yang bekerja dengan semangat ’45. Misalnya, saya pernah mendengar bidan dan guru yang rela tinggal di tempat terpencil demi memajukan kesejahteraan umum daerah tersebut.

Prof. Dr. Sumantri Brodjonegoro, rektor UI era 60-an, ketika menerima jabatan sebagai menteri Pertambangan berkata, “kita punya dua pilihan jika kita melihat keburukan-keburukan yang terjadi di kalangan pemerintahan, terjun ke dalam berusaha memperbaikinya atau tinggal di luar sambil menantikan aparat tadi ambruk”. Saya rasa justru mahasiswa-mahasiwa yang berdemo tanpa tahu tujuan mereka berdemo lah yang bertindak konyol. Jika mereka berpikir dapat menumbangkan pemerintah yang mereka anggap busuk, lalu apakah mereka yakin penggantinya akan lebih baik?

Saya di sini tidak sedang mendebat soal baik atau buruk antara “mahasiswa PNS” dan yang bukan. Namun saya hanya ingin menekankan bahwa semua hal memiliki peranan tersendiri. Manusia tidak akan dapat beraktivitas dengan normal apabila organ-organ tubuhnya tidak lengkap. Begitu pula dengan negara ini, sangat membutuhkan setiap komponen bangsa menjalankan fungsinya tanpa saling menjatuhkan, apabila menginginkan tujuan negara yang dicita-citakan para founding father tercapai.

1 comment:

  1. Justru itu protes tidak harus dilakukan dengan demonstrasi, bisa dilakukan dengan hal lain yang lebih efektif dan lebih berguna, jadi pns ya jadi pns yang baik :)

    ReplyDelete