Dec 12, 2010

Sedikit Catatan Mengenai Pers

Hiperbola, atau orang gaul era sekarang lebih suka menyebut lebay. Mungkin itu adalah kata yang cukup tepat untuk menggambarkan media, terutama televisi, yang muncul dewasa ini. Terbukti dengan keluarnya larangan tayang untuk salah satu program infotainment karena memberitakan kebohongan yang mengakibatkan kecemasan masyarakat, terutama kawasan Merapi pada waktu itu.

Aug 14, 2010

Episode Pantai

Cerita kita tak banyak, memang, tetapi juga tak bisa dikatakan sedikit. Dan dari kesemuanya, aku paling suka episode pantai. Alasanku sederhana, pantai selalu berhasil memainkan emosiku tiap kali menginjakkan kaki di halamannya.

Aku biasa membuang semua kepenatan hidup bersama pasir, ombak, dan awan. Tak seperti pengambilan scene film, aku tak pernah bosan mengulangi adegan berteriak lepas di atas karang. Memang hanya di pantai aku bisa menyingkir dari bising kendaraan, hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, dan segala keberisikan dunia yang fana ini.

Aug 2, 2010

SMA Negeri 2 Purwokerto dalam kenangan

Akhir-akhir ini saya rindu akan masa-masa SMA. Ya, saya sungguh-sungguh ingin kembali mengenakan seragam OSIS,Pramuka,dan seragam identitas SMA Negeri 2 Purwokerto. Apalagi ketika melihat tulisan adik-adik kelas yang baru saja lulus, mendengar pembicaraan mereka, semakin menambah rasa rindu terhadap masa-masa itu.

Jujur saya tidak merindukan “ketidakramahan” peraturan yang diterapkan oleh sekolah. Saya hanya merasa rindu dengan lingkungan smadha dan segala isinya. Interaksi antara murid dengan guru, antar kelas yang ada, dan semua kehebohan  yang terjadi.

Jul 10, 2010

Gagal Itu Indah

Beberapa hari yang lalu seorang sahabat mengirimkan pesan singkat yang isinya kurang lebih sebagai berikut:

"Jika kita selalu mendapatkan apa yang diinginkan, bukankah kita tidak akan pernah belajar?"

Sebuah pesan yang benar-benar singkat, tetapi cukup untuk membuat saya terdiam beberapa saat lamanya. Saya tidak tahu apa maksudnya mengirimkan pertanyaan itu, namun saya merasa sangat tertohok.

Sering sekali saya mengalami apa yang sahabat saya katakan. Selama ini, kebanyakan hal yang saya lakukan tidak pernah membanggakan, bahkan bisa dibilang memalukan, dan selama itu pula saya meratapi nasib saya yang selalu gagal. Begitu banyak penyesalan disertai kalimat-kalimat umpatan yang tidak seharusnya keluar dari mulut. Mengapa saya terlahir dengan bakat pas-pasan? Mengapa hal-hal yang saya inginkan seperti menjauh dari jangkauan? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul menemani setiap lamunan saya.

Jun 17, 2010

Menyoal Pegawai Negeri

Sebenarnya ini adalah kisah lama antara saya dan seorang teman. Jika saya sedang berbincang dengannya, pasti akan berujung dengan perdebatan yang tak kunjung usai. Kali ini pun begitu, dia menyerang keberadaan saya sebagai mahasiswa “sekolah gratis” yang kelak menjadi pegawai negeri.

Argumennya sangat jelas, saya dituduh sebagai antek pemerintah. Saya tak pernah ikut demo dan mengkritik kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, karena itu pula saya tidak punya idealisme sebagai mahasiswa. “Kelak jika jadi PNS, kamu tidak akan berani menentang penguasa”, kira-kira begitu yang saya tangkap.

Mar 21, 2010

Dua Belas Purnama

Sore tadi aku berkunjung ke kafe yang biasa kita kunjungi. Entah angin apa yang membawaku, pun aku tak punya cukup alibi untuk mampir. Namun faktanya kendaraanku bak merpati pos yang telah tahu tujuannya sendiri.

Sudah cangkir kopi yang ketiga, tapi aku masih belum menemukan alasan untuk apa aku di sini. Hujan di luar dan lagu yang dibawakan seharusnya bisa menghangatkan, apalagi dinikmati bersama caffe latte dan rokok yang kuhisap sekarang ini. Akan tetapi hal itu hanya berlaku jika aku tak di sini. Ya, duduk di sini seperti membuka album usang yang seharusnya dibuang.

Mar 8, 2010

Mau jadi apa saya?

Selama hidup, banyak orang yang saya sukai, baik itu akademisi, tokoh agama, atlet hingga sosialis. Orang-orang tersebut memiliki kelebihan yang tentu membuat saya terkesima ketika melihat segudang prestasinya. Orang yang tentu saja ada di peringkat atas adalah Muhammad S.A.W yang pengaruhnya masih sangat besar hingga beratus-ratus tahun setelah beliau meninggal.Kemudian ada ilmuwan-ilmuwan yang telah memberikan banyak kontribusi kepada perkembangan IPTEK. Selain itu juga masih banyak lagi yang jika biografinya dibaca pasti akan menimbulkan decak kagum.